Bandingkan polycarbonate dan atap uPVC berdasarkan pencahayaan, panas, tampilan, perawatan, dan kebutuhan kanopi.
Polycarbonate dan atap uPVC merupakan dua material yang sering digunakan untuk kanopi rumah.
Perbedaan utamanya cukup mudah dikenali. Polycarbonate dipilih ketika pemilik rumah ingin cahaya masuk, sedangkan atap uPVC lebih sering dipilih ketika ingin penutup yang lebih solid dan membantu mengurangi panas.
Mengenal polycarbonate
Polycarbonate merupakan material plastik teknik yang mempunyai ketahanan benturan tinggi.
Material ini tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk lembaran datar solid dan lembaran bergelombang.
SolarTuff, misalnya, menyebutkan bahwa produk polycarbonate-nya mempunyai kejernihan tinggi, perlindungan UV, serta kekuatan benturan yang tinggi dibandingkan kaca dan acrylic.
Polycarbonate biasanya digunakan untuk:
Kanopi transparan
Skylight
Area jemur
Walkway
Atap taman
Partisi
Pengganti kaca pada aplikasi tertentu
Mengenal atap uPVC
Atap uPVC merupakan atap berbentuk gelombang yang biasanya tidak transparan, meskipun beberapa produk mempunyai pilihan semi-transparan.
Material ini tahan karat dan dirancang untuk membantu mengurangi panas.
Atap uPVC tersedia dalam tipe single layer dan double layer.
Perbandingan polycarbonate dan uPVC
1. Pencahayaan
Polycarbonate menjadi pilihan utama apabila Bos ingin cahaya alami masuk ke area di bawah kanopi.
Warna clear memberikan cahaya paling banyak. Bronze atau grey dapat membantu mengurangi kesan silau, meski tingkat cahaya yang masuk juga lebih rendah.
Atap uPVC lebih cocok apabila area membutuhkan penutup yang lebih teduh dan tertutup.
2. Panas
Karena polycarbonate meneruskan cahaya, area di bawahnya tetap dapat terasa panas, terutama apabila menggunakan warna sangat bening dan terkena matahari langsung.
Sirkulasi udara, ketinggian kanopi, warna lembaran, serta desain bangunan harus diperhatikan.
Atap uPVC umumnya lebih sesuai apabila prioritas utamanya adalah mengurangi panas matahari langsung.
3. Tampilan
Polycarbonate memberikan kesan ringan, modern, dan terang.
Atap uPVC memberikan tampilan lebih solid. Pada tipe double layer, bagian bawah atap biasanya terlihat lebih tertutup dan rapi.
4. Suara hujan
Atap uPVC, terutama tipe berongga, biasanya lebih membantu meredam suara hujan.
Pada polycarbonate, tingkat suara dipengaruhi oleh ketebalan, bentuk lembaran, jarak rangka, dan cara pemasangan.
5. Perawatan
Kedua material perlu dibersihkan secara berkala.
Pada polycarbonate, gunakan alat yang lembut agar permukaan tidak tergores. Hindari bahan kimia keras yang tidak direkomendasikan produsen.
Pada atap uPVC, kotoran ringan umumnya dapat dibersihkan menggunakan aliran air.
Pilih polycarbonate apabila
Membutuhkan cahaya alami
Area akan digunakan untuk menjemur
Ingin tampilan transparan atau semi-transparan
Ingin alternatif pengganti kaca yang lebih tahan benturan
Kanopi berada pada area yang masih memiliki sirkulasi udara baik
Pilih atap uPVC apabila
Prioritas utama adalah area yang lebih teduh
Tidak membutuhkan banyak cahaya dari atas
Menginginkan atap tahan karat
Membutuhkan redaman suara hujan yang lebih baik
Area sering digunakan untuk duduk atau beraktivitas
Bisakah keduanya dikombinasikan?
Bisa.
Sebagian besar area dapat ditutup menggunakan atap uPVC, kemudian beberapa bagian diberi polycarbonate agar cahaya alami tetap masuk.
Kombinasi tersebut dapat menjadi solusi apabila Bos menginginkan area yang teduh tetapi tidak terlalu gelap.
Pastikan pertemuan kedua material ditangani dengan flashing dan sistem sambungan yang tepat.
Kesimpulan
Polycarbonate cocok untuk kanopi yang membutuhkan pencahayaan alami. Atap uPVC lebih cocok untuk area yang mengutamakan keteduhan, redaman suara, dan perlindungan dari panas matahari langsung.
Sebelum memilih, pertimbangkan arah matahari, fungsi area, warna, ventilasi, struktur rangka, dan anggaran.
Bosku Bangunan menyediakan polycarbonate dan berbagai pilihan atap uPVC untuk kanopi rumah maupun proyek. WhatsApp 08191 8888 358.
